Sabtu, 15 Mei 2010

Musik Klasik Tak Bikin Anak Cerdas?

Berdasarkan riset terbaru, tidak ada bukti yang cukup untuk mendukung apa yang disebut "efek Mozart", yang menghubungkan musik klasik Mozart dengan kemampuan kognitif.

Seperti dilaporkan HealthDay News, suatu penelitian telah memperdebatkan sekaligus mematahkan hasil riset terdahulu yang memperlihatkan hubungan antara mendengarkan musik Mozart dan peningkatan kemampuan otak.

Hasil studi pada 1993 yang diterbitkan di jurnal Nature menunjukkan bahwa mendengarkan musik Mozart akan meningkatkan kemampuan kognitif. Alhasil, riset ini lalu memicu para orangtua untuk memperkenalkan bayi dan anak kecilnya pada musik klasik, serta pengusaha berlomba menjualnya ke berbagai sekolah, pusat perawatan siang hari dan orangtua.

Namun, hasil kajian terbaru para ilmuwan Austria tidak menemukan bukti signifikan kalau mendengarkan musik Mozart memberi pengaruh pada kemampuan kognitif seseorang.

Dalam studi paling mutakhir itu, para peneliti di University of Vienna mengkaji lebih dari 40 studi dan penelitian yang tak disiarkan yang meliputi lebih dari 3.000 subyek. Kesimpulan mereka adalah tidak ada riset yang mendukung pendapat bahwa musik Mozart meningkatkan kemampuan otak anak.

Secara khusus, temuan itu membantah mitos mengenai dampak peningkatan kemampuan otak di antara pendengar musik Mozart. Para peneliti melaporkan bahwa mereka tak dapat mengonfirmasi dampak menguntungkan dari mendengarkan musik Mozart.

"Saya menyarankan mendengarkan musik Mozart kepada setiap orang, tetapi ini tak memenuhi harapan akan peningkatan kemampuan kognitif," kata penulis studi itu, Jakob Pietschnig, ahli ilmu jiwa di University of Vienna.

Sabtu, 08 Mei 2010

LEMBAR PENGESAHAN plankton

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan resmi Praktikum Planktonologi ini telah disetujui dan disahkan pada :
Hari :
Tanggal :
Tempat :




Asisten Pendamping, Praktikan,



Meta Seftriana S Mhd. Mirza M
NIM. K2A 008 051 NIM. K2A 009 028




Koordinator Asisten,



Sanudin Ali Ibrahim
NIM. K2B 006 056

Daftar isi laporan plankton

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................i
HALAMAN PENGESAHAN......................ii
DAFTAR ISI..............................iii
I. PENDAHULUAN..........................1
1.1. Latar Belakang................ 1
1.2. Tujuan .........................2
1.3. Waktu dan Tempat................3
II. TINJAUAN PUSTAKA....................4
2.1. Sampling Plankton.................4
2.1.1. Tekhnik Sampling Plankton........4
2.1.2. Teknik Identifikasi Plankton.....4
2.2. Parameter Fisika..................5
2.2.1. Kecerahan........................5
2.2.2. Kedalaman........................5
2.2.3. Suhu.............................6
2.2.4. Salinitas........................6
2.2.5. Kecepatan Arus...................7
2.3. Struktur Komunitas................7
2.3.1. Kelimpahan Plankton..............7
2.3.2. Indeks Keanekaragaman............8
2.3.3. Indeks Keseragaman...............9
2.3.4. Indeks Dominasi..................10
2.4. Kultur Artemia....................10
2.4.1 Siklus Hidup Artemia..............10
2.4.2. Kultur Artemia...................13
2.5. mikroalga..........................14
III. MATERI DAN METODE..................18
3.1. Materi............................18
3.1.1. Alat.............................18
3.1.2. Bahan............................20
3.2. Metode............................22
3.2.1. Sampling Plankton................22
3.2.2. Kultur Artemia dalam air laut....23
3.2.3. Hatching Rate Artemia............24
3.2.4. Pengamatan Microalga.............25
IV. HASIL dan PEMBAHASAN................26
4.1. Hasil.............................26
4.1.1. Sampling Plankton...............26
4.1.1.1. Kelimpahan Plankton............26
4.1.1.1. Indeks Keanekaragam Spesies....29
4.1.1.3. Indeks Keseragaman Spesies.....31
4.1.1.4. Indeks Dominasi................31
4.1.2. Parameter Fisika................32
4.1.3. Kultur Artemia..................32
4.1.3.1. Hatching Rate Menetas..........32
4.1.3.2. Hatching Rate Tidak Menetas....32
4.1.3.3. Siklus Hidup Artemia sp........33
4.1.4 Pengamatan Mikroalga.............34
4.2. Pembahasan........................35
4.2.1. Deskripsi Lokasi Sampling........35
4.2.2. Parameter Fisika.................35
4.2.3. Struktur Komunitas...............37
4.2.4. Kultur Artemia...................38
4.2.5. Pengamatan Mikroalga.............39
V. KESIMPULAN dan SARAN................43
5.1. Kesimpulan........................44
5.2. Saran.............................44
DAFTAR PUSTAKA..........................45
LAMPIRAN

Minggu, 02 Mei 2010

SNMPTN 2010

Pendaftaran seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri dibuka dalam dua gelombang. Dengan demikian, ada kesempatan buat siswa SMA/MA/SMK yang ikut ujian nasional ulangan untuk bisa mendaftar dalam seleksi masuk yang diikuti 57 perguruan tinggi negeri di Tanah Air tersebut.

Dari informasi yang diumumkan dalam situs web resmi seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) www.snmptn.ac.id, pendaftaran secara online untuk gelombang pertama dimulai 2 Mei pukul 08.00 hingga 31 Mei pukul 16.00. Pendaftaran ini ditujukan untuk lulusan tahun 2008, 2009, dan UN utama tahun 2010.

Adapun bagi lulusan UN ulangan, pendaftaran secara online dimulai 10 Juni pukul 08.00 hingga 12 Juni pukul 16.00. Peserta yang hendak mengikuti SNMPTN harus membayar dulu uang pendaftaran lewat beragam fasilitas layanan Bank Mandiri yang tersedia.

Biaya formulir pendaftaran untuk kelompok IPA atau IPS Rp 150.000, peserta dapat memilih dua program studi. Untuk kelompok IPS biaya formulir senilai Rp 175.000 dengan tiga pilihan program studi.

Tes tertulis SNMPTN digelar 16 Juni, terdiri atas tes potensi akademik (TPA) dan tes bidang studi dasar (Matematika dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris). Keesokan harinya tes bidang studi IPA dan bidang studi IPS. Adapun yang menjalani ujian dan tes keterampilan tanggal 18-19 Juni. Pengumuman di situs resmi SNMPTN pada 17 Juli mulai pukul 00.00.

Ketua Umum Panitia SNMPTN 2010 sekaligus Rektor Institut Pertanian Bogor, Herry Suhardiyanto, yang dihubungi hari Kamis (29/4/2010), belum bersedia memberikan penjelasan seputar pelaksanaan SNMPTN 2010. Secara umum, dari informasi yang tersedia di situs resminya, pelaksanaan SNMPTN seperti tahun lalu. Kecuali untuk pendaftaran, hanya bisa dilakukan secara online.

Rabu, 21 April 2010

Oseanografi

Oseanografi (berasal dari bahasa Yunani oceanos yang berarti laut dan γράφειν atau graphos yang berarti gambaran atau deskripsi juga disebut oseanologi atau ilmu kelautan) adalah cabang dari ilmu bumi yang mempelajari segala aspek dari samudera dan lautan. Secara sederhana oseanografi dapat diartikan sebagai gambaran atau deskripsi tentang laut. Dalam bahasa lain yang lebih lengkap, oseanografi dapat diartikan sebagai studi dan penjelajahan (eksplorasi) ilmiah mengenai laut dan segala fenomenanya. Laut sendiri adalah bagian dari hidrosfer. Seperti diketahui bahwa bumi terdiri dari bagian padat yang disebut litosfer, bagian cair yang disebut hidrosfer dan bagian gas yang disebut atmosfer. Sementara itu bagian yang berkaitan dengan sistem ekologi seluruh makhluk hidup penghuni planet Bumi dikelompokkan ke dalam biosfer.
Para ahli oseanografi mempelajari berbagai topik, termasuk organisme laut dan dinamika ekosistem; arus samudera, ombak, dan dinamika fluida geofisika; tektonik lempeng dan geologi dasar laut; dan aliran berbagai zat kimia dan sifat fisik didalam samudera dan pada batas-batasnya. Topik beragam ini menunjukkan berbagai disiplin yang digabungkan oleh ahli oceanografi untuk memperluas pengetahuan mengenai samudera dan memahami proses di dalamnya: biologi, kimia, geologi, meteorologi, dan fisika.
Beberapa sumber lain berpendapat bahwa ada perbedaan mendasar yang membedakan antara oseanografi dan oseanologi. Oseanologi terdiri dari dua kata (dalam bahasa Yunani) yaitu oceanos (laut) dan logos (ilmu) yang secara sederhana dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang laut. Dalam arti yang lebih lengkap, oseanologi adalah studi ilmiah mengenai laut dengan cara menerapkan ilmu-ilmu pengetahuan tradisional seperti fisika, kimia, matematika, dan lain-lain ke dalam segala aspek mengenai laut.
Oseanografi adalah bagian dari ilmu kebumian atau earth sciences yang mempelajari laut,samudra beserta isi dan apa yang berada di dalamnya hingga ke kerak samuderanya. Secara umum, oseanografi dapat dikelompokkan ke dalam 4 (empat) bidang ilmu utama yaitu: geologi oseanografi yang mempelajari lantai samudera atau litosfer di bawah laut; fisika oseanografi yang mempelajari masalah-masalah fisis laut seperti arus, gelombang, pasang surut dan temperatur air laut; kimia oseanografi yang mempelajari masalah-masalah kimiawi di laut, dan yang terakhir biologi oseanografi yang mempelajari masalah-masalah yang berkaitan dengan flora dan fauna atau biota di laut.
Studi menyeluruh (komprehensif) mengenai laut dimulai pertama kali dengan dilakukannya ekspedisi Challenger (1872-1876) yang dipimpin oleh naturalis bernama C.W. Thomson (yang berkebangsaan Skotlandia) dan John Murray (yang berkebangsaan Kanada). Istilah Oseanografi sendiri digunakan oleh mereka di dalam laporan yang diedit oleh Murray. Selanjutnya Murray menjadi pemimpin dalam studi berikutnya mengenai sedimen laut. Keberhasilan dari ekspedisi Challenger dan pentingnya ilmu pengetahuan tentang laut dalam perkapalan/perhubungan laut, perikanan, kabel laut dan studi mengenai iklim akhirnya membawa banyak negara untuk melakukan ekspedisi-ekspedisi berikutnya. Organisasi oseanografi internasional yang pertama kali didirikan adalah The International Council for the Exploration of the Sea (1901).

Minggu, 21 Maret 2010

teknik budidaya arwana

Tehnik Budidaya Ikan Arwana

Budidaya Ikan arwana bukanlah sesuatu yang mudah anda harus mempelajari beberapa tehik atau cara untuk membudidayakan Ikan arwana ini,saya sech ga tau yang profesional tapi kalau cara budidaya ikan arwana yang dasar adalah sebagai berikut :

Pemeliharaan Induk
Induk dipelihara dalam kolam berukuran 5 x 5 m dengan kedalaman air 0,5-0,75 m. Kolam ditutup plastik setinggi 0,75 m untuk mencegah lompatan ikan.

Ruangan pemijahan dibangun di pojok perkolaman dan ditambah dengan beberapa kayu gelondongan untuk memberikan kesan alami. Batu dan kerikil dihindari karena dapat melukai ikan atau dapat tercampur pakan secara tidak sengaja.

Kolam pembesaran dibangun di area tenang dan ditutup sebagian, dan dijauhkan dari sinar matahari langsung. Induk dipelihara dalam kolam pembesaran hingga mencapai matang gonad.

Pengelolaan Kualitas Air
Kualitas air dijaga agar mendekati lingkungan alami arwana yaitu pH 6,8-7,5 dan suhu 27-29 C. Penggantian air dilakukan sebanyak 30-34% dari total volume dengan air deklorinisasi.

Pemberian Pakan
Keseimbangan gizi sangat penting bagi kematangan gonad dan pemijahan. Induk diberikan pakan bervariasi yang mengandung kadar protein tinggi. Pakan diberikan setiap hari dalam bentuk ikan/udang hidup atau runcah, dan ditambah pelet dengan kadar protein 32 %. Jumlah pemberian pakan per hari adalah 2 % dari bobot total tubuh.

Kematangan gonad
Matang gonad terjadi pada umur 4 tahun dengan panjang tubuh 45-60cm.
Pemijahan terjadi sepanjang tahun, dan mencapai puncaknya antara bulan Juli dan Desember. Induk jantan di alam akan menjaga telur yang sudah dibuahi dalam mulutnya hingga 2 bulan ketika larva mulai dapat berenang.

Arwana betina mempunyai ovarium tunggal yang mengandung 20-30 ova besar dengan diameter rata-rata 1,9 cm dengan kematangan berbeda-beda. Induk jantan dewasa juga mempunyai sebuah organ vital menyerupai testis.

Pembedaan Kelamin
Juvenil sulit dibedakan jenis kelaminnya. Perbedaan akan muncul setelah ikan berukur 3-4 tahun.

Pembedaan jenis kelamin diketahui melalui bentuk tubuh dan lebar mulut. Arwana jantan mempunyai tubuh lebih langsing dan sempit, mulut lebih besar dan warna lebih mencolok daripada betina. Mulut yang melebar dengan rongga besar digunakan untuk tujuan inkubasi telur. Perbedaan lain adalah ukuran kepala jantan relatif lebih besar, sifat lebih agresif termasuk dalam perebutan makanan.

Kebiasaan Pemijahan
Tingkah laku arwana sangat unik selama masa pengenalan lain jenis. Masa ini berlangsung selama beberapa minggu atau bulan sebelum mereka mulai menjadi pasangan. Hal ini dapat diamati pada waktu malam, ketika ikan berenang mendekati permukaan air. Arwana jantan mengejar betina sekeliling kolam, terkadang pasangan membentuk lingkaran (hidung menghadap ke ekor pasangan).

Sekitar 1-2 minggu sebelum pemijahan, ikan berenang bersisian dengan tubuh seling menempel. Terjadilah pelepasan sejumlah telur berwarna jingga kemerahan, Jantan membuahi telur dan kemudian mengumpulkan telurdi mulitnya untuk diinkubasi sampai larva dapat berenang dan bertahan sendiri. Diameter telur 8-10 mm dan kaya akan kuning telur dan menetas sekitar seminggu setelah pembuahan. Setelah penetasan, larva muda hidup dalam mulut jantan hingga 7-8 minggu sampai kuning telur diserap total. Larva lepas dari mulut dan menjadi mandiri setelah ukuran tubuh 45-50 mm.

2. Panen Larva
Inkubasi telur secara normal adalah membutuhkan 8 minggu. Untuk memperpendek waktu, telur yang sudah dibuahi dapat dikeluarkan dari mulut pejantan 1 bulan setelah pemijahan. Induk jantan ditangkap dengan sangat hati-hati dengan jaring halus lalu diselimuti dengan handuk katun yang basah untuk menghindari ikan memberontak dan terluka.

Untuk melepaskan larva dari mulut induk jantan, tarik perlahan bagian bawah mulut dan tubuh ditekan ringan. Larva dikumpulkan dalam wadah plastik dan diinkubasikan dalam akuarium. Jumlah larva yang dapat mencapai 25-30 ekor.

Teknik Pembenihan
Setelah dikeluarkan dari mulut pejantan, larva diinkubasikan dalam akuarium berukuran 45×45x90 cm. Temperatur air 27-29 °C menggunakan pemanas thermostat. Oksigen terlarut 5 ppm (mg/ I) menggunakan aerator bukaan kecil.

Untuk mencegah infeksi akibat penanganan larva, dalam air dilarutkan Acriflavine 2 ppm. Menggunakan teknik pembenihan in vitro ini, Survival Rate (SR) yang didapat sampai tahap ikan dapat berenang adalah 90-100 %.

Selama periode inkubasi, larva tidak perlu diberikan pakan. Beberapa minggu pertama selama kuning telur belum habis, biasanya larva hampir selalu berada pada dasar akuarium. Larva mulai berenang ke atas bertahap ketika ukuran kuning telur mengecil. Pada minggu ke delapan, kuning telur hampir terserap habis sehingga larva mulai berenang ke arah horizontal. Pada tahap ini, pakan hidup pertama harus mulai diberikan untuk mencegah larva saling Ketika ukuran larva mencapai 8,5 cm atau berumur 7 minggu, kuning telur terserap secara penuh dan larva dapat berenang bebas.

Pemeliharaan Larva
Tambahan pakan hidup yang dapat diberikan seperti cacing darah atau anak ikan yang ukurannya sesuai bukaan mulut arwana.
Larva yang telah mencapai panjang 10-12 cm dapat diberikan pakan seperti udang air tawar kecil atau runcah untuk mengimbangi kecepatan tumbuhnya.

Senin, 01 Maret 2010

UKSA 387

Uksa - 387

Bagi para penyelam memiliki sertifikat selam adalah suatu hal yang wajib. Bila seorang yang mengaku penyelam tetapi tidak memiliki sertifikat selam itu sama saja dengan orang yang mengendarai mobil atau motor tanpa memiliki SIM.

Sertifikat selam diterbitkan oleh organisasi-organisasi selam Internasional melalui cabangnya dimasing-masing Negara. Organisasi selam internasional tersebut antara lain :

· CMAS (Confederation Mondiale Des Activitites Subaquatiques), perwakilan untuk wilayah Indonesia adalah POSSI (Persatuan Olah raga Selam Seluruh Indonesia)

· PADI (Professional Diving Instructor)

· ADS International (Association of Diving School International), perwakilan untuk wilayah Indonesia adalah ADS International Indonesia denga pusat di Bali.

· Dan lain-lainnya

Didalam organisasi selam tersebut terdapat instruktur-instruktur selam yang diberi hak untuk mendidik, menguji dan mengeluarkan sertifikat selam.UKSA-387 Universitas Diponegoro sebagai sebuah klub selam saat ini mempunyai 2 orang alumni yang memiliki sertifikat instruktur selam yaitu Ir.Amiruddin (Instruktur CMAS dan ADS International) dan Mirza Arya Santana (Instruktur PADI).

Sertifikat selam bukan hanya sekedar surat yang menyatakan bahwa seseorang diperbolehkan menyelam tetapi lebih dari itu, seseorang yang hendak memperoleh sertifikat selam harus melalui rangkaian tahapan pendidikan yaitu :

· Pendidikan Akademis Penyelaman (PAP)

Didalam Pendidikan Akademis Penyelaman terdapat beberapa sesi materi didalam ruang yang menjadi dasar-dasar yang wajib diketahui dan dipahami oleh calon penerima sertifikat selam. Sesi-sesi tersebut terdiri dari :


◙ Sejarah & organisasi selam

◙ Peralatan Selam

◙ Fisika penyelaman

◙ Fisiologi penyelaman

◙ Tehnik penyelaman

◙ Lingkungan penyelaman



Sebelum sesi pemberian materi dilakukan calon penerima sertifikat selam mengikuti pre test. Pre test ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan calon penerima sertifikat selam mengenai dasar-dasar pengetahuan penyelaman. Tes kesehatan wajib diikuti oleh setiap calon penerima sertifikat selam. Tahap akhir dari PAP adalah diadakannya evaluasi akhir dan apabila pada tahap ini calon penerima sertifikat selam dinyatakan tidak lulus maka mereka harus mengulang sampai dinyatakan lulus.

· Latihan Keterampilan Kolam (LKK)

Setelah mengikuti PAP, calon penerima sertifikat selam diwajibkan untuk mengikuti LKK. Latihan Keterampilan Kolam merupakan tahapan dimana seorang calon penerima sertifikat selam akan diberi materi mengenai tehnik dan aplikasi selam. Pada akhir sesi ini juga diadakan evaluasi/ujian dan apabila seorang calon penerima sertifikat selam belum memenuhi kriteria standar kelulusan maka mereka harus mengulang sampai dinyatakan lulus.

· Latihan Peraian Terbuka (LPT)

LPT merupakan rangkain akhir proses pendidikan, calon penerima sertifikat selam diwajibkan untuk melakukan LPT dilaut. Didalam LPT calon penerima sertifikat selam akan malakukan praktek tehnik dan pengetahuan yang telah mereka pelajari selama PAP dan LKK.

Biasanya dalam LPT juga dilakukan penyelaman-penyelaman untuk meningkatkan jam selam. Untuk jenjang tertentu juga dilakukan penyelaman dengan jenis-jenis yang berbeda seperti : selam malam (night dive), selam bangkai kapal (wreck dive), selam dalam (Deep dive) dll.



UKSA-387 Universitas Diponegoro secara rutin melakukan kegiatan sertifikasi setiap tahunnya di Kepulauan Karimunjawa – JAWA TENGAH. Kegitan tersebut biasanya dilakukan pada bulan September dan pesertanya berasal dari seluruh Indonesia. Karena UKSA-387 Universitas Diponegoro memiliki instruktur selam dari organisasi selam internasional yang berbeda maka setiap sertifikasi selam yang diselenggarakan UKSA-387 Universitas Diponegoro memiliki keleluasaan untuk memilih organisasi selam internasional mana yang dipakai dan jenjang selam tingkat apa yang akan dilaksanakan. UKSA-387 Universitas Diponegoro juga mewadai apabila ada klub-klub selam atau perorangan hendak melakukan sertifikasi selam melalui manajamen UKSA-387 Universitas Diponegoro.
Prev: Prosedur penyelaman
Next: jadwal recruitment PAP n LKK
reply share

audio reply video reply
Add a Comment
For:
Add a comment to this blog entry, for everyone
Send uksa387 a personal message
Subject:


-

Quote original message


uksa387
uksa387

* Photos of diving
* Personal Message
* RSS Feed [?]
* Report Abuse

© 2010 Multiply About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · Translate · API · Contact · Help