Jumat, 30 September 2011

12.000 WNI Bekerja di Lautan Internasional

        Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan, terdapat sekitar 12 ribu orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di berbagai kapal yang berlayar di lautan internasional.
“Ada 12.000 orang tenaga kerja Indonesia yang bekerja baik di kapal Indonesia maupun di kapal asing yang berlayar di perairan internasional,” kata Fadel di Jakarta, Senin (11/4/2011) malam.
      Menurut Fadel, hal tersebut diketahui setelah dirinya melakukan inventarisasi data akibat terjadinya peristiwa nahas pembajakan kapal Indonesia oleh perompak Somalia. Ribuan pelaut Indonesia itu tersebar di berbagai kawasan seperti di berbagai negara di Asia dan Eropa.
       Ia mencontohkan, terdapat sekitar 2.000 orang di Spanyol, 600 orang di Taiwan, dan 400 orang di Thailand. Para WNI tersebut, telah diminta untuk membangun semacam asosiasi antarsesama pelaut Indonesia. “Sudah saya minta untuk membangun asosiasi dan tetap berhubungan dengan pihak kedubes kita di luar negeri,” kata Fadel.

Indonesia Jajaki Pasar Perikanan Belanda

         Indonesia saat ini tengah mempelajari peluang perdagangan produk perikanan ke Belanda, hal tersebut disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad saat bertemu dengan Menteri Urusan Eropa dan Kerjasama Internasional Kerajaan Belanda, Ben Knapen di Jakarta hari ini (7/7/2011).
        Kepada Knapen, Fadel menyatakan, proses pengolahan produk perikanan asal Indonesia telah memenuhi standar produk sebagaimana yang disyaratkan oleh Uni Eropa.Dengan adanya kerjasama ini, KKP menargetkan ekspor produk perikanan ke UE sebesar 98.670 ton dengan nilai ekspor sebesar US$ 369,496 juta.

Nelayan Miskin Seperempat Jumlah Penduduk Miskin Indonesia

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan bahwa seperempat dari seluruh total penduduk miskin yang berada di Indonesia adalah dari kelompok dan keluarga nelayan tradisional di pesisir.
“Jumlah mereka (nelayan miskin dan anggota keluarganya) di pesisir adalah sebanyak 7,87 juta orang atau 25,14 persen dari total penduduk miskin nasional yang sebanyak 31,02 juta orang,” kata Fadel di Gedung Kementerian Kelautan Perikanan (KKP), Jakarta, Selasa (28/6/2011).
Fadel memaparkan, jumlah 7,87 juta orang tersebut berasal dari sekitar 10.600 desa nelayan miskin yang terdapat di kawasan pesisir di berbagai daerah di Tanah Air.
Sebagai perbandingan, jumlah desa miskin sebanyak 28.258 desa dari keseluruhan 73.067 desa di Indonesia.
Untuk itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga telah menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2011 tentang Tim Koordinasi Peningkatan dan Perluasan Program Pro-Rakyat.
Dalam Keppres tersebut, Fadel sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan ditampuk sebagai koordinator untuk mengarahkan berbagai program pengentasan kemiskinan di daerah pesisir.
Ia mengemukakan, melalui aturan ini diharapkan pendapatan nelayan dan usaha perikanan dapat ditingkatkan, serta mampu meningkatkan ketahanan pangan berbasis sumber daya ikan.
Sumber : antara
Editor : Titis Jati Permata

Senin, 14 Februari 2011

YRCI

Yayasan Reef Check Indonesia adalah Sebuah Yayasan atau yang biasa disebut dengan Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang konservasi khususnya di wilayah laut yang concern pada konservasi wilayah terumbu karang.
Reef Check sendiri mulai didirikan pada tahun 1997 di Taman Nasional Karimun Jawa. Dan untuk mempermanenkan kegiatan reef check ini maka para Reefchecker kemudian memutuskan untuk mendirikan Yayasan Reef Check Inonesia pada tahun 2001.
Kantor Yayasan Reef Check Indonesia berada di Jln. Tukad Balian Gg. 43 nomor 1a Kelurahan Renon, Denpasar, Bali. Dengan adanya kantor Yayasan Reef Check Indonesia di Bali ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi masyarakat yang peduli akan lingkungan khususnya lingkungan laut untuk berpartisipasi dalam menyumbangkan pikiran dan tenaga untuk konservasi yang berkelanjutan.

Rabu, 21 Juli 2010

Kepulauan Karimunjawa

karimunjawa adalah kepulauan di Laut Jawa yang termasuk dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas daratan ±1.500 hektar dan perairan ±110.000 hektar, Karimunjawa kini dikembangkan menjadi pesona wisata Taman Laut yang mulai banyak digemari wisatawan lokal maupun mancanegara.

Berdasarkan legenda yang beredar di kepulauan, Pulau Karimunjawa ditemukan oleh Sunan Muria. Legenda itu berkisah tentang Sunan Muria yang prihatin atas kenakalan putranya, Amir Hasan. Dengan maksud mendidik, Sunan Muria kemudian memerintahkan putranya untuk pergi ke sebuah pulau yang nampak "kremun-kremun" (kabur) dari puncak Gunung Muria agar si anak dapat memperdalam dan mengembangkan ilmu agamanya. Karena tampak "kremun-kremun" maka dinamakanlah pulau tersebut Pulau Karimun.

sejak tanggal 15 Maret 2001, Karimunjawa ditetapkan oleh pemerintah Jepara sebagai Taman Nasional. Karimunjawa adalah rumah bagi terumbu karang, hutan bakau, hutan pantai, serta hampir 400 spesies fauna laut, di antaranya 242 jenis ikan hias. Beberapa fauna langka yang berhabitat disini adalah elang laut dada putih, penyu sisik, dan penyu hijau.

Tumbuhan yang menjadi ciri khas Taman Nasional Karimunjawa yaitu dewadaru (Crystocalyx macrophyla) yang terdapat pada hutan hujan dataran rendah.

Ombak di Karimunjawa tergolong rendah dan jinak, dibatasi oleh pantai yang kebanyakan adalah pantai pasir putih halus.

Eksotisme Wisata Alam di Kep. Karimun Jawa

Sekitar pertengahan tahun 2009, saya mendapat kesempatan untuk mendampingi para Taruna melakukan latihan Scuba Diving di Karimun Jawa. Lokasinya berada di sebelah utara Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, meskipun belum dioptimalkan sebagai obyek wisata oleh Pemerintah, namun kepulauan ini mempunyai eksotisme keindahan alam yang memukau. Kep. Karimun Jawa ini lebih dikenal sebagai lokasi wisata penyelaman. Kepulauan Karimunjawa terdapat rangkaian 27 pulau. Dari 27 pulau itu, lima di antaranya dihuni penduduk, yaitu Pulau Karimunjawa, Kemujan, Parang, Nyamuk, dan Genting. Sebagian besar penduduk fokus pada sektor perikanan.

ada saat saya disana selama kurang lebih satu minggu, saya tinggal di sebuah homestay. Karimun Jawa ini memiliki sekitar 20 homestay dengan kapasitas yang berbeda-beda. Kalo menurut saya homestay-homestay ini merupakan cikal bakal hotel-hotel nantinya, apabila lokasi wisata ini dikelola dengan baik sehingga semakin ramai dengan wisatawan. Namanya juga daerah dengan potensi utama perikanan, jadi setiap kali makan lauk pauknya tidak pernah jauh dari makanan jenis ikan. Bisa jadi makan pagi dengan ikan digoreng kering, siangnya dibikin sup ikan, dan malam harinya ikan dibakar. Jadi intinya ya ikan-ikan juga. Karimun Jawa juga dijadikan sebagai Taman Nasional, sehingga berbagai jenis flora masih tumbuh secara alami disini.

Jadi apabila ada kesempatan, terutama anda yang memiliki hobby menyelam, menginginkan suasana alam yang masih natural, silakan berkunjung dan berlibur di pulau ini. Saya yakin anda akan ketagihan untuk datang lagi dan lagi di kepulauan ini.