BAB 1
PENDAHULUAN
1.A.Kulit
Kulit adalah suatu organ pembungkus seluruh permukaan luar tubuh, merupakan organ terberat dan terbesar dari tubuh. Seluruh kulit beratnya sekitar 16 % berat tubuh, pada orang dewasa sekitar 2,7 – 3,6 kg dan luasnya sekitar 1,5 – 1,9 meter persegi
. Tebalnya kulit bervariasi mulai 0,5 mm sampai 6 mm tergantung dari letak, umur dan jenis kelamin. Kulit tipis terletak pada kelopak mata, penis, labium minus dan kulit bagian medial lengan atas.Sedangkan kulit tebal terdapat pada telapak tangan, telapak kaki, punggung, bahu dan bokong.
Secara embriologis kulit berasal dari dua lapis yang berbeda, lapisan luar adalah epidermis yang merupakan lapisan epitel berasal dari ectoderm sedangkan lapisan dalam yang berasal dari mesoderm adalah dermis atau korium yang merupakan suatu lapisan jaringan ikat.
Dan dalam tubuh manusia kolagen menyusun setidaknya 75% dari seluruh lapisan kulit. Kolagen merupakan bahan utama protein sebagai penyusun Kulit.
B. Rambut
Rambut pada dasarnya adalah keratin, yaitu sejenis protein yang juga sama ditemukan pada kulit dan kuku. Warna alami pada rambut bergantung pada perbandingan dan jumlah dari 2 jenis protein yang terkandung di dalamnya. Dua jenis protein tersebut bernama Eumelanin dan Phaeomelanin. Eumelanin adalah zat yang berperan pada pewarnaan rambut coklat ke corak hitam sedangkan,feomelanin itu sendiri merupakan produk antara produksi eumelanin, yang bereaksi dengan asam amino sistein. Asam amino sistein mengandung atom sulfur; Phaeomelanin berperan pada pewarnaan rambut keemasan, kuning jahe, dan merah. Ketidakikutsertaan salah satu dari melanin tersebut akan mengakibatkan warna putih atau abu-abu pada rambut.
Pakai CTRL + 5 jadi kelihatan banyaq juleq...
BAB 2
Pembahasan
2.1 Anatomi Kulit
EPIDERMIS
Epidermis adalah lapisan luar kulit yang tipis dan avaskuler. Terdiri dari epitel berlapis gepeng bertanduk, mengandung sel melanosit, Langerhans dan merkel. Tebal epidermis berbeda-beda pada berbagai tempat di tubuh, paling tebal pada telapak tangan dan kaki. Ketebalan epidermis hanya sekitar 5 % dari seluruh ketebalan kulit. Terjadi regenerasi setiap 4-6 minggu.
Epidermis terdiri atas lima lapisan (dari lapisan yang paling atas sampai yang terdalam) :
1. Stratum Korneum. Terdiri dari sel keratinosit yang bisa mengelupas dan berganti.
2. Stratum Lusidum Berupa garis translusen, biasanya terdapat pada kulit tebal telapak kaki dan telapak tangan. Tidak tampak pada kulit tipis.
3. Stratum GranulosumDitandai oleh 3-5 lapis sel polygonal gepeng yang intinya ditengah dan sitoplasma terisi oleh granula basofilik kasar yang dinamakan granula keratohialin yang mengandung protein kaya akan histidin. Terdapat sel Langerhans.
4. Stratum Spinosum. Terdapat berkas-berkas filament yang dinamakan tonofibril, dianggap filamen-filamen tersebut memegang peranan penting untuk mempertahankan kohesi sel dan melindungi terhadap efek abrasi. Epidermis pada tempat yang terus mengalami gesekan dan tekanan mempunyai stratum spinosum dengan lebih banyak tonofibril. Stratum basale dan stratum spinosum disebut sebagai lapisan Malfigi. Terdapat sel Langerhans.
5. Stratum Basale (Stratum Germinativum). Terdapat aktifitas mitosis yang hebat dan bertanggung jawab dalam pembaharuan sel epidermis secara konstan. Epidermis diperbaharui setiap 28 hari untuk migrasi ke permukaan, hal ini tergantung letak, usia dan faktor lain. Merupakan satu lapis sel yang mengandung melanosit.
Fungsi Epidermis : Proteksi barier, organisasi sel, sintesis vitamin D dan sitokin, pembelahan dan mobilisasi sel, pigmentasi (melanosit) dan pengenalan alergen (sel Langerhans).
DERMIS
Merupakan bagian yang paling penting di kulit yang sering dianggap sebagai “True Skin”. Terdiri atas jaringan ikat yang menyokong epidermis dan menghubungkannya dengan jaringan subkutis. Tebalnya bervariasi, yang paling tebal pada telapak kaki sekitar 3 mm.
Dermis terdiri dari dua lapisan :
• Lapisan papiler; tipis mengandung jaringan ikat jarang.
• Lapisan retikuler; tebal terdiri dari jaringan ikat padat.
Serabut-serabut kolagen menebal dan sintesa kolagen yang berupa protein berkurang dengan bertambahnya usia. Serabut elastin jumlahnya terus meningkat dan menebal, kandungan elastin kulit manusia meningkat kira-kira 5 kali dari fetus sampai dewasa. Pada usia lanjut kolagen saling bersilangan dalam jumlah besar dan serabut elastin berkurang menyebabkan kulit terjadi kehilangan kelemasannya dan tampak mempunyai banyak keriput.
Dermis mempunyai banyak jaringan pembuluh darah. Dermis juga mengandung beberapa derivat epidermis yaitu folikel rambut, kelenjar sebasea dan kelenjar keringat. Kualitas kulit tergantung banyak tidaknya derivat epidermis di dalam dermis.
Fungsi Dermis : struktur penunjang, mechanical strength, suplai nutrisi, menahan shearing forces dan respon inflamasi.
2.2 Kolagen
Kolagen merupakan komponen utama lapisan kulit dermis ( bagian bawah epidermis ) yang dibuat oleh sel fibroblast dermis. Pada dasarnya kolagen adalah senyawa protein rantai panjang yang tersusun lagi atas asam amino alanin, arginin, lisin, glisin, prolin, serta hidroksiproline. Sebelum menjadi kolagen, terlebih dulu terbentuk pro-kolagen. Bilamana produksinya menurun seiring bertambahnya usia, dampaknya adalah meningkatnya proses ‘kulit kering' ( dryness ) serta sifat elastisitasnya. Lapisan dermis inilah yang bertanggung jawab akan sifat elastisitas dan kehalusan kulit ( skin smoothness ) Yang merupakan kunci utama disebut ‘awet muda' serta memiliki kulit indah ( beautiful skin).
Tidak ada bukti ilmiah dan data yang akurat tentang manfaat langsung kolagen pada kulit bila digunakan secara topical ( krim/lotion/serum ). Sebagaimana dijelaskan diatas, ukuran molekul kolagen yang besar sebagai protein membatasinya menembus pori-pori kulit. Pada pemakaian topikal, fungsinya hanya sebagai pelembab biasa. Penggunaan lain sebagai injeksi intradermal, saat ini sudah banyak ditinggalkan. Mengingat lebih banyak kerugiannya untuk jangka panjang, dibanding manfaatnya langsung.
2.4 FAKTA TENTANG KOLAGEN
Nama kolagen beberapa tahun terakhir ini mencuat, terutama di kalangan perempuan yang tak henti-hentinya berusaha selalu tampil muda. "Dengan suntik kolagen, kulit menjadi lebih kenyal dan penampilan lebih muda," pernyataan serupa ini dilontarkan oleh ahli kecantikan hingga orang awam. Tak mengherankan bila banyak perempuan terperangah dan ambil aksi. Salah satunya Jenny, 20 tahun, yang langsung tergiur terapi suntik kolagen setelah mendengar manfaatnya. Maklum, perempuan yang bekerja sebagai sekretaris ini telah lama bermimpi memiliki kulit kencang, kenyal, dan lebih muda.
Kolagen seperti memiliki magnet sehingga menyedot perhatian kaum Hawa, bahkan sejumlah kaum Adam. Sebenarnya kandungan ini ada pada setiap kulit, tapi, menurut ahli kecantikan Juliana Yu, karena proses penuaan, terpapar sinar matahari, polusi, stres, merokok, kurang nutrisi, serta gaya hidup yang tidak sehat, kolagen dalam kulit rusak. Selain itu, diakuinya, seiring dengan bertambahnya usia, kolagen dalam kulit pun berkurang.
Kulit manusia itu terdiri atas tiga lapisan, yaitu hipodermis, dermis, dan epidermis. Struktur kulit hipodermis tersusun atas jaringan lemak dan pembuluh darah besar. Lapisan ini berfungsi sebagai bantalan dari dua lapisan di atasnya. Nah, lapisan kulit dermis tersusun atas kolagen dan elastin. Keduanya akan memberi bentuk dan elastisitas pada kulit. Menurut dia, pada kulit sehat, kolagen dan elastin selalu diperbarui. "Seseorang akan kelihatan lebih muda apabila kolagen di dalam jaringan kulitnya masih dalam bentuk yang proporsional," ucap perempuan yang rutin menjadi narasumber di O Channel pada acara khusus kecantikan, "Cinta", ini.
Juliana menyebutkan, dermis tersusun atas pembuluh darah, folikel rambut, kelenjar keringat dan kelenjar minyak. Lapisan kulit epidermis, 90 persen tersusun atas keratinosit, yang memproduksi protein keratin. Adapun fungsi keratin adalah melindungi lapisan kulit dari panas, mikroba, dan zat-zat kimia. Sel-sel pada epidermis diregenerasi setiap 15-30 hari.
Nah, kolagenlah yang berperan penting membuat kulit terlihat awet muda. Kolagen ini tak lain adalah komponen utama lapisan kulit dermis (bagian bawah epidermis) yang dibuat oleh sel fibroblast. Pada dasarnya, kolagen merupakan senyawa protein penyusun jaringan kulit yang penting untuk menjaga kualitas dan kekenyalan kulit. Lazimnya, tubuh membutuhkan vitamin C yang bermanfaat sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas perusak kolagen. Vitamin ini juga menjadi aspek penting pembentukan kolagen dalam tubuh. Bersama keratin dan elastin, kolagen berfungsi mempertahankan kekuatan dan elastisitas kulit sehingga kulit menjadi lebih sehat, halus, dan awet muda.
2.5 Protein Pada Rambut
A.Eumelanin
Eumelanin (yang artinya melanin sejati) memberi warna gelap pada rambut. Ditinjau dari struktur kimianya, eumelanin merupakan protein yang mengandung asam amino tirosin. Pembentukan eumelanin membutuhkan enzim tirosinase, yang menggabungkan asam amino tirosin ke molekul dopa dan dopamin. Tirosinase lebih aktif pada orang dewasa dibanding pada anak-anak atau remaja. Namun pada orang tua tidak begitu aktif lagi. Karena itu, defisiensi tirosin dapat mempengaruhi warna rambut manusia. Kurangnya tirosin menyebabkan warna rambut yang seharusnya gelap akan memudar.
Warna eumelanin ada 2 macam, yaitu coklat atau hitam. Rambut yang memiliki konsentrasi melanin hitam tinggi tentu saja akan memperlihatkan warna hitam. Sedangkan rambut dengan konsentrasi melanin coklat tinggi akan memperlihatkan warna coklat. Jika pigmen melanin hitam rendah, warna yang terlihat adalah kelabu atau putih. Dan jika pigmen melanin coklat yang rendah, warna yang terlihat adalah kuning (pirang). Melanin coklat lebih stabil dan bertahan lama daripada melanin hitam.
B.Feomelanin
Sedangkan feomelanin berwarna kemerahan atau pirang dan ditemukan pada sebagian besar orang; namun paling banyak pada orang yang berambut merah. Feomelanin juga tersusun atas asam amino tirosin; dan juga membutuhkan enzim tirosinase. Namun feomelanin itu sendiri merupakan produk antara dalam produksi eumelanin, yang bereaksi dengan asam amino sistein. Asam amino sistein mengandung atom sulfur; sehingga inilah yang memberi warna kemerahan atau oranye pada rambut. Semakin banyak interaksi dengan sistein, maka semakin merah warna rambut yang terbentuk. Biasanya rambut merah juga berhubungan dengan penghambatan pembentukan eumelanin. Feomelanin memiliki stabilitas di antara melanin coklat dan hitam.
Komposisi pigmen vs warna rambut
Warna rambut yang terlihat (alias fenotip) tergantung pada perbandingan kadar eumelanin dan feomelanin pada rambut orang yang bersangkutan.
• Rambut hitam: 99% eumelanin + 1% feomelanin
• Rambut coklat/pirang: 95% eumelanin atau lebih rendah + 5% feomelanin atau lebih tinggi
• Rambut merah: 67% eumelanin + 33% feomelanin
Yang berminat mengetahui aspek kimia dari pembentukan pigmen pengatur warna rambut; bisa dilihat di sini bagaimana perbandingan kedua jenis melanin tersebut dan reaksi pembentukannya.
Genetika
Pewarisan warna rambut secara genetik; seperti halnya warna iris mata; tidak hanya diatur oleh satu gen. Hal ini mulai dicurigai sejak banyak pasangan dengan rambut coklat memiliki keturunan biologis berambut pirang. Gen pertama (coklat-pirang) adalah gen yang berpeluang memiliki alel dominan (rambut coklat) atau alel resesif (rambut pirang). Keberadaan salah satu alel dominan saja akan membuat fenotip rambut coklat. Tidak adanya alel dominan sama sekali membuat fenotip rambut pirang. Sedangkan gen kedua (merah atau tidak merah) adalah gen yang memiliki alel dominan (rambut tidak merah) atau alel resesif (rambut merah).
Hubungannya dengan gen coklat-pirang tadi adalah: adanya alel dominan (tidak merah) akan menampilkan fenotip rambut tidak merah (warna hanya tergantung pada alel gen pertama). Berarti alel dominan pada gen rambut tidak merah dengan alel resesif pada gen rambut coklat tetap menghasilkan rambut pirang. Namun jika orang tersebut memiliki alel dominan rambut coklat plus alel resesif rambut merah, maka warna yang terlihat adalah kemerahan, auburn, oranye, atau semacamnya (percampuran).
Teori dua gen ini mungkin saja masih belum benar-benar tepat untuk menjelaskan bagaimana warna rambut diturunkan secara genetik (mungkin lebih?); karena banyak sekali gradasi warna rambut yang dapat ditemukan. Contoh: rambut pirang ada beberapa macam; yaitu coklat muda, pirang gelap, dan sebagainya. Dan diperkirakan faktor lingkungan juga berpengaruh.
Pewarna
Sejak dulu banyak orang yang sudah mencoba mewarnai rambut. Mulai dari bleaching sampai produk hair coloring modern. Secara garis besar, pewarna rambut dapat dibagi atas 3 macam:
• Warna semipermanen. Di sini warna rambut alamiah tidak mengalami perubahan drastis. Pewarna hanya berinteraksi dengan lapisan luar rambut (korteks); membentuk molekul-molekul kecil; namun tidak sampai ke pigmen dalamnya. Karena itu pewarna ini mudah luntur dengan pencucian kira-kira 6-12 kali. Tidak mengandung amonia dan peroksida.
• Warna demipermanen. Di sini warna baru luntur setelah kira-kira 25 kali mencuci rambut. Molekul prekursor dari zat pewarna akan masuk ke korteks rambut. Di situ zat ini akan membentuk molekul yang berukuran lebih besar daripada semipermanen. Bisa menjadi permanen kalau dipakaikan pada rambut yang sudah diwarnai lebih dahulu; karena penambahan ukuran molekul makin mempersulit pelunturan warna. Mengandung sedikit peroksida.
• Warna permanen. Di sini warna diharapkan bertahan dalam waktu lama. Di sini pewarna selain mengubah warna korteks rambut; juga mengubah warna pigmen dasar rambut. Molekul prekursor zat pewarna masuk ke korteks rambut dan membentuk molekul yang lebih besar lagi. Mengandung amonia dan peroksida
untuk sumber perlu di cantumkan
BalasHapus